Operator Ribet Bagi Orang Anti Ribet
Musim jalan-jalan ke luar negeri di kantor saya dimulai. Setelah tahun lalu ke Tokyo, Kyoto, Swiss dan Paris, tahun ini ke St.Fitersburg dan Moscow. Dimulailah kehebohan-kehebohan seperti pengurusan passpor, tukar dolar atau euro, nyari colokan listrik dan charger HaPe sesuai standar negara tujuan, sampai pengaktifan roaming international tentunya.
Dari perubahan dan pengaktifan layanan seperti inilah saya mendapatkan penilaian tentang service operator terhadap pelanggannya. Saya adalah Person in Charge semua kebutuhan komunikasi kantor dengan operator seperti Telkom, Telkomsel, Indosat, dan XL. Namun pengalaman saya ini bisa saja berbeda untuk orang lain, perusahaan lain, atau tempat lain. Dan semua aktifitas dibawah ini adalah untuk layanan Paskabayar
Telkom.
Sejauh ini pelayanan mereka akan kebutuhan Telepon PSTN kantor dan Flexi beberapa karyawan lancar-lancar saja. Ada seorang Account Manager yang disediakan khusus untuk melayani semua kebutuhan kami. Dari pemasangan sambungan baru, gangguan, registrasi Speedy, ganti simcard Flexi, sampai pembayaran tagihan semua bisa dilayani bahkan hanya dengan menelepon Account Manager tadi.
Telkomsel.
Konon adalah operator dengan pengguna terbanyak. Namun di kantor kami, pengguna Halo lebih sedikit dibanding Matrix dan Xplor. Seperti halnya Telkom, ada semacam staff khusus yang mengurus keperluan kami yang bisa datang ke kantor. Bahkan bisa terlihat mengantarkan bingkisan ulang tahun kepada pemegang Halo Platinum di kantor kami.
Indosat.
Layanan Matrix-nya paling banyak dipakai oleh Manajer dan karyawan di kantor. Bahkan untuk beberapa puluh nomor hanya beda empat digit terakhir saja antara kami. Untuk meminta nomor Matrix baru, saya tinggal menghubungi marketing khusus untuk kami, dia akan mengambil syarat-syarat dan pilihan nomornya, lalu beberapa jam kemudian kartu sudah bisa dipakai.
Untuk mengganti kartu yang rusak, memblokir atau membuka blokiran, dan mengaktifkan roaming internasional, saya dapat datang ke Galery Indosat dengan membawa Surat Kuasa dari pemegang kartu, lalu bisa mengantri di ruangan khusus corporate, dan semua bisa dilayani dalam waktu singkat.
Untuk mengetahui jumlah tagihan banyak nomor yang digunakan karyawan, bagian keuangan dapat menelpon Galery Indosat dan mendapatkan jumlahnya dengan mudah.
XL.
Bagaimana dengan operator ini? Untuk mendapatkan nomor baru harus melampirkan beberapa syarat yang lebih dibanding Indosat, waktu pengaktifan 4-7 hari kerja, dan satu nama hanya boleh maksimal 3 nomor.
Untuk mengetahui jumlah tagihan hanya bisa dilakukan oleh pemegang kartu dengan mengirimkan SMS atau menelpon CS dengan menggunakan kartunya. Bagaimana dengan bos-bos saya yang memiliki kesibukan tinggi dan urusan lebih penting lainnya dibandingkan sekedar mengecek tagihan?
Satu hal lagi yang membuat bos saya tadi pagi ngambek dan ngomel-ngomel di telepon dari Moscow sana. Setelah bangun pagi di udara Moscow yang dingin, mendapati HaPe dengan nomor Xplor-nya tidak dapat dipergunakan. Tersadarlah beliau jika roaming internasionalnya belum diaktifkan.
“Harus pemegang Xplor sendiri yang datang ke Graha XL untuk mengajukan permohonan pembukaan roaming internasionalny pak”, kata CS XL di telepon. Tahu sendiri kan jawaban si Bos yang ada nun jauh di Moscow sana setelah saya sampaikan syarat ini.
Oke, akhirnya saya bisa mewakili beliau datang ke Graha XL, namun, “Butuh waktu 4 sampai 7 hari bagi kami untuk melakukan survey sampai ada keputusan roaming internasional dibuka atau tidak”. Jadi, setelah bos saya kembali ke Indonesia roaming internasionalnya baru aktif gitu?
Dan, satu lagi, “Bapak harus deposit Rp. 1.500.000,- sebagai syarat pembukaan roaming internasional.”
“Tidak usah Wan, tidak usah diurus, saya gak akan pake lagi nomornya, kebanyakan syarat! Biar saya pakai nomor Matrix saja!”
Si Bos menutup pembicaraan telepon ketika saya sampaikan syarat-syarat diatas. Bagi dia bukan jumlah uang Rp. 1.500.000, tapi syarat yang terlalu ribet bagi dia. Maklumlah bos, sebetulnya uang tidak masalah asalkan segalanya mudah bagi dia. Adakah operator yang memiliki layanan eksklusif bagi orang-orang seperti bos saya?
Satu lagi, saya masih ingat ketika beliau hampir mengembalikan kartu Xplor-nya ke saya karena pengajuan kenaikan credit limitnya dari Rp. 500.000 ke Rp. 2.500.000 sudah tiga hari tak kunjung disetujui.
Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )











